Ceritain Sumba: The Chainsmokers - Closer played at Kelurahan
Hehe, lama juga ga lanjut cerita Sumba.
Intro dulu biar ga lupa
-
Sekitar akhir 2021 lalu saya pergi ke Sumba, tepatnya Sumba Timur untuk sebuah proyek sosial. Niatnya saya bakal nulis setiap hari tentang apa aja yang saya lakuin di sana, tapi ya apa daya, niat dan raga tidak mau berkerjasama.
Jadi sekarang saya mau ceritain tentang apa saja yang saya lakukan disana dan bagaimana perjalanan ini mengubah cara saya melihat hidup. Tepatnya bagaimana 56 hari di Sumba membuat saya belajar tentang diri sendiri.
Well, kalo beneran baca intro sebenarnya cerita yang ini ga seserius itu hehe.
Jadi saya ingat, kita sempat ke Kantor Kelurahan di salah satu wilayah Kecamatan Kota Waingapu. Mungkin sekitar enam orangan kita kesana untuk minta izin sebelum masuk ke wilayahnya
Intermezzo sedikit yang belum biasa, kecamatan kota itu sebutan yang biasa dipakai untuk wilayah pusat pemerintahan di satu kota. Contohnya Sumba Timur yang wilayahnya luas sekali tapi medannya mantap jiwa (sulit), jadi kurang memungkinkan kalo kantor-kantor pemerintahan ini ada di wilayah (kecamatan) yang berbeda.
Lanjut, di sana kita disambut baik, diajak ngobrol, dikasih minum, ramahlah pokoknya. Sorry, part dikasih minum sebenarnya rada lupa tapi intinya mereka ramah.
Sambil ngobrol dan menunggu salah satu teman kita yang lagi ngurus administrasi tiba-tiba,
"
Hey, I was doing just fine before I met you
I drink too much, and that's an issue, but I'm okay
Hey, you tell your friends it was nice to meet them
But I hope I never see them again.
Tentu kita berenam dengan saling menatap semacam takjub dan melanjutkan,
"
I know it breaks your heart
Moved to the city in a broke-down car, and
Four years, no calls
Now you're looking pretty in a hotel bar, and
I-I-I can't stop
No, I-I-I can't stop
Haha, ini momen spesial karena lagu yang biasa diputar di sana itu Bruno Mars - Versace on the Floor remix dangdut version. Atau lagu apapun yang penting remix.
Mantap ga tuh.
Setelah diselidiki, suara ini muncul dari meja seorang ibu-ibu pegawai kelurahan yang sedang sibuk entah sedang mengerjakan apa. Otomatis saya lebih kagum lagi dong haha.
Dan ga cuma The Chainsmokers, ada beberapa lagu lagi yang kita tahu. Jadi kunjungan waktu itu berasa sesi karaoke, meskipun nyanyinya tetap dalam hati ya, ingat ini kantor kelurahan.
Lebih kocaknya lagi waktu kita nongkrong, malam minggu di La Paranda, Waingapu satu cafe yang menurut saya paling keren di sana dan ada live musicnya juga. Si Ibu yang di kelurahan tadi jadi penyanyi bandnya dong, mantap ga? Ini Ibu kalo dari penampilannya sudah pasti 40an lebih, tapi kok asik.
Jadi shout out 🙌 untuk Ibu-ibu kelurahan yang nyanyi di La Paranda setiap malam minggu, anda keren 😎
By the way ini link Google Maps kalo mau tau kayak gimana La Paranda (klik aja tulisannya)
Komentar
Posting Komentar
It would be great to receive your comments :)