Kerkel Anak TK di Kemang

Sebenarnya ini cerita tentang ambisi Anak Terakhir untuk bisa mengenalkan dunia seni dan kreatifnya ke si Cucu Pertama. 

Jadi sebelumnya gua ajak si Cucu Pertama untuk pertama kalinya mengenal dunia gua, seputar arsitektur, desain, dan seni. Gua ajak doi buat jalan-jalan di sekitaran Jakarta, masuk ke museum, lihat karya arsitek, dan mmpir ke galeri seni.

Tujuan pertama kita berdua adalah Museum Basoeki Abdullah, salah satu pelukis legenda di Indonesia. Perjalanan panjang dari bulan naik commuter line lanjut MRT dan Gokar, sampailah ke museum yang keren ini. Alasan kesini sebenarnya karena doi yang lebih pilih lihat lukisan ketimbang Jet Tempur (karena tawaran gua sebelumnya Museum TNI). Yah meskipun keantusiasannya tidak sesuai ekspektasi gua, tapi gua tetap senang karena doi masih mau keliling ke setiap ruang di museum ini.

Lanjut karena kita baru sampe museum di jam makan siang, laparlah kita di hari itu. Karena ada cafe yang kolaborasi sama biro arsitek keren, mampirlah kita ke cafe ini. Namanya Tanatap Artisan Cafe yang bangunannya didesain sama RAD+AR Architect. Nah disini background Interior gua, gua gunakan untuk terlihat pintar di depan anak TK dengan menjelaskan bagian-bagian bangunannya wkwkwk...
 
Tapi jujur pengalaman yang cukup menarik ada cafe yang desainnya punya karakter sendiri, ngga ikutan sama tren yang lama-lama bakal habis. Kita berdua habisin cukup banyak waktu disini, untuk ukuran sekedar makan siang. Tapi buat gua juga ngga masalah, tempat yang menyenangkan memang ngga seharusnya dilewatkan.

Gua ada foto-fotonya, lihat disini coba.

Setelah makam siang, lanjutlah kita ke salah satu galeri atau lebih tepatnya creative space yang sudah lama gua incar. Namanya Dia.Lo.Gue di Kemang, Jakarta Selatan. Alasan pertama sebenarnya karena ini salah satu karya arsitek keren, Andra Matin dan disini seringkali bikin acara-acara keren yang berkaitan tentang dunia kreatif.

Dan percaya ngga percaya, kita habisin waktu 2 jam di tempat ini. Kebetulan disini lagi ada pameran untuk anak-anak, jadi baguslah cocok buat doi. Yang gua ngga sangka, doi habisin waktu lebih dari sejam buat mainin balok-balok yang di display ini. Mungkin sederhana, tapi lihat doi bisa nikmati momen main bareng gua itu ngga kebayar men.

Beruntungnya lagi karena kreativitas si Cucu Pertama, si owner dari galeri ini datangi kita dan ajak ngobrol men. Sampai akhirnya obrolan berlanjut ke ajakan untuk ikut workshop bikin puppet, buat doi ya bukan gua.

Seminggu kemudian gua berangkat nganterin doi ke galeri dan melihat anak-anak TK di Kemang kerja kelompok membuat sebuah puppet. Gua sempat tanya alasan bikin workshop kayak gini buat apa? Dan si pemilik jawab kalo selama pandemi dan di rumah aja, anak-anak ngga punya kegiatan yang memang untuk mereka. Jadilah dibuat workshop macam gini, menarik kan?

Meskipun doi sempat bad mood karena kita datang terlambat (ya bayangi aja dari bulan ke selatan, butuh proses men) tapi sekali lagi doi ikutin acara ini dari awal sampai akhir tanpa "mbecungik" bahasa lain dari mengerutkan dahi karena emosi. Bahkan masih sempat untuk lihat hasil video dari puppet yang anak-anak ini buat.

Dan kalo lu penasaran bisa dilihat dari foto-foto tadi yang isinya muka doi doang. Bisa dibayangkan kalo gua tipe om-om yang minum hot cappuccino, duduk di kursi terdekat sambil memantau ponakan, yang takut-takutnya butuh apa-apa.

Ya begitulah cerita akhir minggu gua.


-
Kamu bisa dengerin cerita lainnya di After Friday Podcast yang bakal update episode setiap Jumat malam. Dan kalo kamu mau cerita sesuatu, langsung aja @_yophrm.

Hope you ok right now, see yoo.

Komentar

Posting Komentar

It would be great to receive your comments :)