Ceritain Sumba | Eps. Good People
Intro dulu, kalo sudah baca lewati aja :)
-
Sekitar sebulan yang lalu gua pergi ke Sumba, tepatnya Sumba Timur untuk sebuah proyek sosial. Niatnya gua bakal nulis setiap hari tentang apa aja yang gua lakuin disana, tapi ya apa daya. Niat dan raga tidak mau berkerjasama. Jadi sekarang gua mau ceritain ngapain aja gua disana dan bagaimana perjalanan ini ngubah cara pandang gua tentang hidup. Tepatnya bagaimana 56 hari di Sumba ngebuat gua lebih menerima diri gua sendiri.
Ketika gua bilang orang baik, yang gua maksud adalah orang yang dari sananya memang sudah baik. Bukan orang yang lihat karena gua siapa atau gua bawa apa. Tapi orang yang memang tulus, karena memang seperti itulah mereka.
Berlanjut dari kesan pertama gua, dari bandara kita (bertiga waktu itu) dijemput di bandara untuk langsung ke rumah tinggal sementara selama kita disana. Gua bilang kita, karena ada sembilan orang yang ada di proyek ini. Sampai di rumah gua ketemu sama teman-teman (proyek) untuk pertama kalinya. Cukup canggung, jelas. Karena yang gua tahu, yang ikut proyek ini berdasarkan kemauan diri dan kapabilitas di bidang masing-masing. Ini kelasnya beda nih sama yang ditunjuk-tunjuk kampus haha.. Intinya gua ngerasa ketemu orang-orang yang pinter. Jarang ada orang yang bisa menyambut baik orang baru diumur-umur kita. Pasti pada songong atau ngga sok misterius wkwk. Intinya dari impresi pertama, gua nyaman. Ya, gua nyaman mungkin untuk hidup bersama manusia-manusia ini.
Meskipun jelas ada masa untuk beradaptasi dan memahami karakter masing-masing, tapi gua juga bersyukur karena ada sosok manusia yang bantu gua untuk "Fuck everyone!". Gua berusaha untuk diam atas segala drama.
Sebenarnya selama momen adaptasi ini gua sempet berpikir "Bodo amat, gua disini untuk kerja". Tapi gua juga manusia, mesti fleksibel. Dan ketika gua sudah menerima semua kondisi yang mungkin ngga sesuai sama prinsip gua, akhirnya gua bisa menjalin koneksi yang lebih baik dengan manusia-manusia ini. Dan jujur, gua sayang sama lu semua nyet!
Dan terima kasih karena lu, akhirnya gua paham peran gua, gua ngerti apa yang lebih penting. Dan terima kasih juga atas beberapa prinsip hidup yang lu bagi ke gua, dan menginspirasi gua untuk melakukan hal baik yang sama.
Jelasnya gua ceritain di eps. besok ya.
Tapi tapi tapi, cerita tentang orang baik ini belum selesai. Ngga cuma manusia-manusia ini aja yang mau gua bagi, tapi masyarakat (dibaca keluarga) yang ngebantu tugas dan proyek sosial kita selama disana.
Kepada Pak Jufry, Pak Wulan, Pak Harles, Mama Yulli, Papa & Mama Reno, Kak Martha, Kaka-kaka yang nyebrangin kita lewat sungai, Bapa-bapa yang nemenin gua naik turun gunung buat datang ke rumah-rumah warga, Bapa-bapa yang rumahnya kita masukin buat ngiup, anak-anak kecil banget yang jadi pemandu gua menyusuri kampung, orang-orang gereja yang selalu berhasil bikin gua lebih tenang di akhir minggu, dan semua yang mungkin gua lupa namanya tapi tidak dengan kebaikannya,Terima kasih.
Ini sedikit memori yang pingin gua simpan di blog ini, semoga gua masih bisa balik lagi kesana untuk membalas apa yang sudah mereka kasih ke gua.
Notes.
Abaikan baju gua yang kesanya kayak kagak pernah ganti.
-
Kamu bisa dengerin cerita lainnya di After Friday Podcast yang bakal update episode setiap Jumat malam. Dan kalo kamu mau cerita sesuatu, langsung aja @_yophrm.
Hope you ok right now, see yoo.











I'm speechless, thanks ya udh buat gua nangis yo 🥺
BalasHapusTerima kasih sudah jadi bagian cerita saya
Hapus