What will be, will be

Ada satu lagu yang gua yakin kamu semua pasti tahu, gini nih liriknya.

When I was just a little boy
I asked my mother, what will I be
Will I be handsome
Will I be rich
Here's what she said to me

"Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future's not ours to see
Que sera, sera
What will be, will be"

Nah, yang ikutan merinding angkat tangan hahaha.. Ini lagu lama yang muncul lagi berkat iklan semen tahun 2000an, so thanks to you Holc*m bringing back this memory.

Sama kayak lagu ini, kadang kita selalu bertanya tentang akan menjadi apa dan siapa kita nanti di masa depan. Apakah cita-cita jadi pemilik saham mayoritas BCA tercapai? Atau cukup dengan gaji UMR Jakarta, gaya hidup Jogja?. Ada banyak pertanyaan tentang mimpi, yang sekarang hanya jadi bagian dari rencana yang belum usai.

Semakin kita dewasa, semakin banyak fase yang kita lewati. Dan yang paling terasa, fase-fase ini semakin abu-abu dan ngga lagi bisa dipahami "Ada di posisi mana kita saat ini?".

Sama kayak SD enam tahun, SMP tiga tahun, SMA tiga tahun, kuliah empat tahun, lalu? Lalu apa selanjutnya?  

Dulu tahapan hidup begitu jelas untuk bisa dilewati, tapi sekarang semuanya jadi terlihat buram karena kita ngga tahu tahap apa selanjutnya. Garis akhir apalagi yang harus kita tentukan? Bagaimana kita bisa menentukan langkah jika tujuan akhirnya masih belum ada.

Ini buat kita yang masih kehilangan.

Que sera sera, what will be, will be
Apapun yang terjadi, maka terjadilah

Kita masih punya waktu, waktu untuk kita menemukan peran apa yang mau kita mainkan. Waktu untuk menemukan alasan untuk tetap tinggal. Waktu untuk menemukan jawaban, untuk apa kita harus dikenang.


Kalo capek baca, kamu bisa dengerin di After Friday Podcast yang bakal update episode setiap Jumat malam.

Dan kalo kamu mau cerita, bisa lewat DM or anything karena gua ada disini, disini, dan disini.

Komentar