Blame myself
Hi, maaf karena membuat blog ini sunyi untuk waktu yang cukup lama. Saya berencana untuk menulis lebih rutin lagi, tapi sepertinya terkesan memaksa ya? Hehehe..
Selama saya menjalani kehidupan yang lebih nyata, saya menyadari banyak hal yang membuat saya kecewa, sakit, bahkan marah tepatnya. Banyak manusia di sekitar saya, ada di situasi yang seharusnya tidak diciptakan untuk mereka. Saya memang bukan Tuhan, tapi sebagai manusia, saya melihat bahwa mereka kesulitan untuk menyelesaikannya
Mungkin sekarang kamu membaca tulisan ini dengan pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi?. Dan tentunya kamu tahu, kalau saya tidak akan memberitahu kamu detilnya. Bukan, bukan karena saya tidak ingin memberitahumu, tapi karena saya yakin kamu bahkan sudah mengalaminya. Kekecewaan saya memang karena manusia, kemarahan saya juga untuk manusia, tapi tidak ada yang lebih menyakitkan karena amarah itu ada karena saya sendiri.
Saya menyalahkan diri atas kehidupan orang lain yang tidak sesuai dengan banyaknya pengorbanan yang telah mereka lakukan.
Saya menyalahkan diri ketika yang diharapkan justru mengecewakan mereka.
Saya menyalahkan diri ketika satu ranting pohon yang indah, merusak rumah kayu yang dibangun dari pohonnya.
Saya yang salah karena berharap banyak kepada mereka.
Saya yang salah karena memberi standar yang jelas mereka tidak bisa penuhi.
Saya yang salah karena percaya, percaya manusia.
Kalo capek baca, kamu bisa dengerin di After Friday Podcast yang bakal update episode setiap Jumat malam.
Komentar
Posting Komentar
It would be great to receive your comments :)