Tips and tricks through QLC !!!
Gas lanjut ..
Terus gimana, bisa ngga kita bebas dari yang namanya QLC? Dan jawabannya adalah ..... Jeng ... Jeng ... Jeng, tidak mungkin saudaraku hahaha ...
Tidak ada manusia di muka bumi ini yang bebas dari namanya QLC. Semua manusia harus menghadapi proses ini, meskipun masalah yang dihadapi akan berbeda-beda.
Kamu ngga perlu takut, karena menurut gua proses atau momen ini justru akan memberi kamu keuntungan. Mungkin memang kita kehilangan arah tujuan ketika ada di momen ini. Tapi sadar ngga, disaat itulah kita justru semakin bertanya-tanya tentang apa dan kenapa di dalam hidup kita. Kita memulai pencarian jati diri untuk menemukan "Mau mati sebagai apa gua nanti".
Banyak orang yang menganggap anak-anak muda di umuran kita ngga konsisten, hobi 'pindah-pindah' sehingga kesannya kayak anak muda ngga bisa berkomitmen.
Menurut kamu, benar ngga?
Kalo berdasarkan sudut pandang gua, stigma begini ada benarnya juga. Meskipun sebenarnya alasan kita hobi 'cabut' bukan karena bosan kayak anggapan mereka. Tapi kita memang lagi ada di momen pencarian. Jadi wajar kalo kita pindah sana pindah sini, coba ini coba itu. Karena kita lagi berusaha menemukan tujuan hidup, kebahagiaan, dan kebebasan untuk diri kita sendiri.
Lewat momen QLC, pertanyaan-pertanyaan soal hidup "Mau jadi apa gua?" atau "Gua ini siapa sebenarnya?" bakal terjawab disini. QLC memaksa kita untuk mengevaluasi diri dengan melihat situasi yang terjadi.
Jadi kamu ngga perlu berusaha untuk menghindari momen ini. Semakin kamu menghidar, semakin kamu tidak menemukan jalan keluar dan tujuanmu. Karena coba percaya, momen ini akan menjadi pengingat kita tentang apa yang sudah kita lalui dan kita putuskan dalam hidup.
Jadi, buat kamu yang lagi sedih karena ada di titik terendah selama 20 tahun terakhir kehidupanmu, semangat kita bisa melewati ini.
So, what you have to do ?!
1. F*ck everyone !
Ya benar, kamu harus ngga peduli tentang pandangan orang lain tentang pilihan hidupmu. Ingat, ini hidupmu, perjalananmu, dan ceritamu. Jangan biarin orang yang ngga tau apa-apa menentukan kamu harus apa dan bagaimana. Tapi ingat juga, dibalik itu semua kamu punya keluarga, orang tua, dan sahabat yang mungkin menaruh harapan ke kamu. Jangan kecewain mereka ya ...
2. Lupakan standar sosial
Ada masa dimana kita ngga dinilai cukup buat lingkungan kita atau di sekitar manusia-manusia kampr*t yang tinggal di bumi ini. Standar kesuksesan kita yang sekedar ngga punya hutang sampai mati, bisa aja dianggap kurang untuk society yang menuntuk kesuksesan berarti kemampuan dan kelebihan materi. So, lupakan itu dan fokus pada apa yang kamu tekuni. Gua yakin lu bakal sukses lewat cara lu sendiri.
3. Tentukan prioritas
Sadari kalo kamu lagi ada di masa kritis, anggap ngga ada yang bisa bantu kamu untuk berdiri sendiri, kamu benar-benar ditinggalkan. Jadi tentukan prioritasmu, apa yang mau kamu lakukan lebih dulu. Sekolahkah? Pekerjaankah? Keluargakah? Segera tentukan dan fokus, ini akan sangat membantu kamu untuk tidak memikirkan hal yang tidak penting dan berkaitan dengan pencarian jati dirimu.
4. Make new circle
Tanpa sadar bisa jadi kamu ada di lingkaran pertemanan toxic yang ngga bikin kamu berkembang, justru bikin kamu stuck dan berpikir dangkal. Ini jadi saat yang tepat buat kamu untuk memfilter pertemanan, tinggalkan yang bobrok datangi yang cerdas. Tau kan kalo biasa kumpul sama orang berkelas, maka cara berpikirmu akan menjadi sama dengan mereka. Dan berlaku sebaliknya kalo kamu berkumpul dengan manusia-manusia otak minus, hasilnya akan minus juga. Pasti bakal ada yang ngomong "Ah, temenan kok pilih-pilih!" Wait bro, kamu mau stuck disitu terus? Cuma kamu sendiri yang bisa jawab pertanyaan ini.
5. Must know your biggest dream!
Gua miris kalo ngobrol sama manusia-manusia sepantaran gua yang kalo ditanya mimpinya apa, jawabannya masih "Ngga tau, lihat nanti aja". Anjir, situ yakin serahin mimpi gitu aja sama waktu? Kamu harus tau apa yang kamu mau, untuk bisa menentukan langkah apa yang harus kamu ambil. Mau mimpi yang ngasal sampai kalo halupun masih ngga nyampe, silahkan! Mau mimpi yang setidaknya bisa dicapai hitungan hari, silahkan!. Yang pasti kamu harus tau tujuanmu mau kemana, dan di titik mana garis finish perjuanganmu woke!
6. Sabar, semua butuh waktu
Ya sabar adalah kunci dari segalanya hahaha ... Masak mie goreng aja butuh 5 menit buat bisa dimakan, yakali soal tujuan hidup bakal sehari jadi ?! Sabar bukan berarti kamu ngikutin apa aja yang terjadi ya, sabar itu juga berarti kamu ngga berhenti ketika banyak halangan. Sabar ketika kami belum menemukan jalan yang tepat. Sabar kalo butuh sekian tahun sampai akhirnya bisa mencapai garis finishmu.
7. And the last one, ga usah sok jago!
Paham maskudnya? Paham lha. Somehow kita mikir cuma diri kita yang tahu soal apapun, dan cuma kita yang ada di situasi ini. Well, kamu hidup di dunia yang masih banyak manusia hidupnya dibanding yang mati, jadi jangan pernah berpikir cuma kamu satu-satunya. Kalo kamu kesusahan, ngaku kalo memang susah. Kalo kamu salah, ngaku kalo salah. Jadi jangan 'Sok jago!' kamu tetap butuh bantuan orang lain untuk bisa lebih mengenal diri kamu sendiri dan menambah nilai kamu sebagai manusia lewat bantuan orang lain.
The Guardian bilang kalo QLC ada kaitannya sama, insecurities, disappointment, loneliness, and perfectionist. Jadi jangan dianggap remeh, woke ?!
Woke, sampai sini saja share kalo kamu suka dan komen kalo kamu ngga suka.
Kalo capek baca, kamu bisa dengerin di After Friday Podcast yang bakal update episode setiap Jumat malam.
So ciao, ngobrol kita dibawah biar asik!
Komentar
Posting Komentar
It would be great to receive your comments :)