Welcome to the club 20s and QLC stuff : )
Welcome to the '20s haha..
Awalnya tulisan ini berawal dari materi podcast yang mau gua dokumentasiin biar lebih mudah untuk dibaca. Tapi di waktu yang bersamaan, ternyata semua teman gua akhirnya masuk '20s. Dan bisalah dilihat ternyata kita masih seumuran wkwkwk..
Jadi gini, menurut gua umur 20 itu lebih dari sekedar belasan ke puluhan. Tapi justru bagaimana kamu bisa menghadapi perubahan ekstrem dari diri kamu, lingkungan, dan juga soal tanggung jawab.
Cukup sekian intronya, mari kita ke point utama dari ini semua. Dan semoga kamu ngga bosan baca ini haha..
Welcome to the '20s and welcome to you too, QLC a.k.a Quarter Life Crisis.
Gua yakin pasti banyak yang kontra dengan bahasan ini, apalagi di umur kita yang masih terlalu muda untuk bahas ginian. Tapi gua percaya, ada banyak teman gua yang ngalamin hal yang sama dan takut di jugde society kalo "lu lemah", "Apa-apa dibawa stress", "Sok depresi", "Masih muda, nikmatin aja dulu", dan masih banyak bullshit lain dari mereka yang ngga merasa masa depan dan menemukan jati diri itu penting.
Jadi gini, QLC itu masa dimana kamu akan mempertanyakan segala hal. Dari sekedar apa yang kamu lakukan sekarang ini benar atau tidak, sampai alasan kenapa kamu harus ada di dunia dan menghadapi kekampretan dunia ini.
Normalnya QLC terjadi ketika kamu memasuki usia 25 - 30 tahun. Tapi karena perkembangan jaman dan informasi luas yang bisa kita akses, alhasil kita jadi lebih dewasa sebelum waktunya. Dan ya, QLC datang lebih cepat dari biasanya.
Tapi gampangnya QLC terjadi di seperempat umur kita selama hidup. Contoh kamu hidup sampai 100 tahun, berarti masa QLC mu antara 25 - 30 tahun, gitu.
QLC jadi momen ketika seseorang dipenuhi dengan rasa cemas, ragu, gelisah, dan bingung sama tujuan hidup. Sebagian dari kita di umur segini sudah sok dewasa dengan memikirkan apa yang akn terjadi di masa depan. Mencari tujuan hidup, mempertanyakan keputusan-keputusan lama, dan menemukan jalan keluar atas resiko dan permasalahan yang lagi dihadapi.
Pasti lha kamu mempertanyakan tentang hal-hal kayak,
"Kayanya gua salah jurusan deh?"
"Kalo gua mati ada yang inget sama gua ngga ya?"
"Waduh gua gini-gini aja, gimana gua bisa bayar hutang, beli rumah, gedein anak?"
"Gua hidup buat apa sih?"
Bohong kalo pikiran kayak gini ngga pernah terlintas di pikiran kamu sama sekali.
QLC dan umur 20an membuat kita tidak lagi yakin dengan hal yang sebelumnya sangat kita yakini. Terlepas konteksnya apa aja, mulai dari kerjaan, sekolah, percintaan, sampai kemampuan diri sendiri. Dan yang paling parah dari fase ini adalah, ketika kamu mulai merasa tidak berharga, hanya 'sampah', atau bahkan menganggap bahwa ngga ada yang tau kalo ada 'kita' hidup di dunia ini.
Semua pertanyaan-pertanyaan itu bikin kita jadi cemas dan takut menghadapi masa depan tentunya.
QLC terjadi sesuai kondisi dan situasi kehidupan masing-masing orang. Sebagian dari kita sudah harus menghadapi berbagai persoalan hidup. Mulai dari perceraian orang tua, hidup sebagai yatim piatu, harus bekerja di usia muda, atau masalah keluarga lainnya yang memaksa kamu harus bertanggung jawab tidak hanya untuk kamu sendiri, tapi juga anggota keluargamu yang lain.
Yang perlu disadari, QLC ngga terjadi semata-mata karena kondisi emosional yang ngga stabil atau sekedar stress karena satu keputusan. QLC jauh lebih kompleks dari itu, tapi it's ok karena ini bagian dari kehidupan yang dihadapi semua orang. Kamu harus menyadari ketika harapan dan realitas dari kehidupanmu jauh bertolak belakang. Fakta yang harus ditempuh antara cita-cita dan kenyataan. Dan juga idelalisme khas ABG dan kebutuhan hidup. Ini adalah saat dimana kita diminta untuk harus dewasa secara mental dan mindset untuk menghadapi kenyataan hidup yang ngga pernah terpikirkan oleh kita.
Terus gimana? Apa yang mesti kita lakukan untuk membuat tekanan di momen ini jadi sebuah petualangan yang berarti? Hal pertama yang perlu kamu yakini dulu adalah, QLC itu WAJAR!!
Gua mau bagi bagaimana kamu bisa melewati fase ini dengan aman. Tapi gua bikin tulisan lain biar ngga ribet dan panjang kayak perjalanan PDKT lu haha..
Woke, sampai sini saja share kalo kamu suka dan komen kalo kamu ngga suka.
Kalo capek baca, kamu bisa dengerin di After Friday Podcast yang bakal update episode setiap Jumat malam.
So ciao, ngobrol kita dibawah biar asik!
Komentar
Posting Komentar
It would be great to receive your comments :)